APLIKASI PELACAK FACEBOOK MARAUDERS MAP.

Pintar
tidak selamanya menjamin mudah mendapatkan pekerjaan terlebih lagi
adanya sentimen almamater, seperti yang dikatakan oleh Aran Khana,
pelajara di Universitas Harvard, tidak menjadi jaminan apalagi sentimen
almamater. Begitulah yang dialami Aran Khanna, seorang mahasiswa Harvard
yang kehilangan kerja magang di
Facebook atau FB, penyebabnya adalah sebuah aplikasi yang dia bikin oleh pihak FB dirasa sudah melanggar kebijakan privasi FB.
Khanna sudah berhasil membuat sebuah aplikasi eksitensi Chrome yaitu
Marauders Map. Namun merasa jika apa yang dibuat oleh Khana itu sudah
melanggar kebijakan privasinya. Seperti yang di kutip web USA Today,
ekstensi yang terilhami dari kisah Harry Potter tersebut dapat
memberikan informasi terkait tempat pengguna Facebook Messenger dan isi
pesan yang dikirim.
Selain itu, hal itu juga diberitakan pada situs Fortune bahwa
informasi terkait lokasi para pengguna Facebook Messenger itu
menggunakan peta geografis, dengan demikian terlihat jelas para pengguna
FB sedang dimana, sama seperti peta ajaib Harry Potter. hal tersebut
memang membuat ketidaknyamanan para pengguna FB karena seperti dilacak.
Selanjutnya, Khanna langsung bikin ekstensi tersebut memerlukan waktu
kurang lebih 2 minggu sesudah dirinya mendapatkan kabar diterima kerja
magang di Facebook. Tidak menunggu terlalu lama sesudah eksistensi itu
dibikinnya, sekitar delapan puluh lima ribu pengguna langsung
mengunduhnya. Maka pada hari selanjutnya, pihak perusahaan meminta dia
supaya me-nonaktifkan apa yang telah dibuatnya. Kemudian Khanna menuruti
yang diperintahkan, yaitu menon-aktifkannya, namun pihak FB masih
menganggap dia sebagai pelanggaran arus. Tak puas, kerja magang pun
dibatalkan.
Adapun tujuan Khanna membuat eksistensi itu hendak memperlihatkan
konsekuensi serta bahaya dalam memberikan informasi data pribadi, baik
sengaja ataupun tidak. Dirinya tidak bermaksud membuat hal tersebut
untuk berbuat jahat. Namun pihak FB mengungkap bila eksistensi itu
memakai data-data punya FB serta memakainya agar kebijakan privasi FB
rusak. “Kita tak akan memberhentikan karyawan bila mereka memperlihatkan
adanya kelemahan dalam privasi yang ditawarkan Facebook. Tetapi tidak
halnya bila dia menyalahgunakan informasi para pengguna Facebook serta
membahayakan mereka,” tutur Matt Steinfeld, juru bicara Facebook.
Comentar :
Menurut Saya Mereka Akan Merequit nya kembali dan mungkin di Manfaatkan Kecerdasan nya itu